Makalah Metode unit stainu kebumen

Metode Unit

 

                                 MAKALAH             

Metode Unit/proyek dan Metode Ceramah

Dalam pembelajaran fiqih

Kelas 6 semester 2

 

Disusun guna memenuhi

tugas kelompok matakuliah pembelajaran fiqih di MI

dosen pengampu Drs. H. Fauzi Ma’sum, M.Pd.I

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Kel. 12 /PGMI/IV

1.

2.

Ahmad Muchlicun

Slamet Syaefudin

10. 210 332

10. 210 254

 

 

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA

(STAINU) KEBUMEN

2012

 

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun makalah sebagai tugas kelompok yang berjudul metode unit/proyek dan metode ceramah pada pembelajaran fiqih kelas 6 semester 2 ini dengan lancar.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Fiqih di MI, pada Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen,  Semerter IV, Program S1 PGMI, tahun akademik 2011/2012.

Terima kasih kami sampaikan Dosen Pengampu Bapak Fauzi Ma’sum, M.Pd.I dan juga semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Amin  3x  ya robbal ‘alamin.

 

Kebumen, 5 April 2012

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Dalam menjalankan tugasnya seorang guru perlu memperhatikan kondisi seorang siswa baik dari individu maupun secara keseluruhan, sehingga cara/metode yang digunakan dapat tepat sasaran, baik dari segi kognitif, afektif, maupun segi psikomotorik.

Tehnik atau tak-tik penerapan metode itu pada dasarnya menunjukan cara yang di lakukan seseorang yang sifatnya lebih bertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. Misalnya, walaupun dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah dalam suatu proses pembelajaran akan tetapi tehnik berceramah yang di tampilkan keduanya bisa berbeda, baik ditinjau dari bahasa yang digunakan, intonasi suara, cara memberikan ilustrasi, dan lain sebagainya[1].

Namun dalam kenyataannya di lapangan seorang guru dalam menyampaikan materi ajar hanya sekedar menjalankan kewajiban tanpa memikirkan kenyamanan dan kefeketifan dalam menyampaikan materi serta efek/akibat yang ditimbulkan apakah siswa tersebut benar-benar paham apa belum tentang materi yanga telah diajarkan.

Untuk menunjang keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tugasnya hendaknya guru tidak menggunakan satu jenis metode saja, tetapi perlu memadukan berbagai metode agar proses pembelajaran tidak membosankan, sehingga menghasilkan suasana yang enak serta menyenangkan bagi peserta didik itu sendiri.

  1. B.   Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini antara lain :

☞  Apa yang dimaksud dengan metode unit ?

☞  Bagaimana langkah-langkah yang harus diambil dalam menjalankannya ?

☞  Apa yang dimaksud dengan metode ceramah ?

☞ Bagaimana langkah-lankah yang harus diambil dalam melakukannya ?

  1. C.   Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini :

  1. Mahasiswa/i dapat mengidentifikasi dan memahami metode unit/proyek dan ceramah  dengan baik dan benar,

b. Mahasiswa/i mendapat bekal pengetahuan tentang metode unit/proyek dan ceramah serta dapat mengaplikasikannya dalam mengajar kelak,

  1. Mahasiswa/i mampu menciptakan metode unit/proyek dan ceramah dengan tepat, efektif, dan efisien kepada peserta didik,

d. Mahasiswa/i dapat menggunakan makalah ini sebagai sumber referensi dalam menyusun karya ilmiah, atau lainnya.

  1. D.   Kegunaan

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan kegunaan yang berarti bagi mahasiswa/i  baik dalam jangka pendek maupun panjang. serta dapat memberikan pengetahuan yang berarti bagi mahasiswa/i setelah berkecimpung dalam dunia pendidikan kelak, serta dapat memberikan  metode unit/proyek dan ceramah yang terbaik untuk kegiatan belajar dan mengajar, Sehingga tujuan yang telah disusun sedemikian rupa dapat dicapai dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

  1. A.   Metode Proyek/Unit
  1. Pengertian Proyek/ Unit

Didefinisikan sebagai suatu sistem penyampaian materi pelajaran yang ditujukan kepada suatu masalah untuk dipecahkan secara utuh yang  memiliki arti sendiri

Ciri cirinya pengajaran unit :

  1. Memiliki tujuan yang luas dan menyeluruh
  2. Perencanaan bersama
  3. Berpusat pada suatu masalah yang luas
  4. Berpusat pada kegiatan siswa
    1. Langkah permulaan
  1. Langkah langkah pengajaran unit :

Dalam langkah permulaan harus diingat bahwa

  1. Guru mulai mendorong atau memotifasi siswa untuk memusatkan perhatian mereka kepada situasi belajar.
  2. Bersama para siswa akhirnya guru menetapkan pokok pokok yang akan dijadikan unit
  3. Menetapkan aspek aspek yang berhubungan dengan masalah yang telah ditetapkan secara rinci
  4. Merumuskan pengetahuan yang berhubungan dengan pengajaran unit
  5. Menetapkan kelompok siswa yang didasarkan atas tujuan yang akan dicapai oleh kelompok
  6. f.       Menetapkan organisasi kelas
    1. Menetapkan langkah langkah kerja unit

 

 

 

  1. Langkah langkah mengerjakan  kerja unit
    1. Mengatur bahan untuk dikerjakan, mungkin kelompok yang satu mendapat bahan dari kelompok yang lain
    2. Kelompok kelompok mengatur ruang kerja
    3. Melaksanakan pekerjaan
    4. Menyampaikan laporan kemajuan/kekurangan perseorangan/kelompok kepada ketua unit
    5. Menyiapkan laporan kelompok dalam ruang kulminasi
    6. Langkah langkah kulminasi

Adalah langkah puncak akhir pengajaran unit yang bertujuan untuk mengetahui sampai dimana hasil yang dicapai siswa dalam pengajaran unit ini yang meliputi laporan setiap kelompok penilaian dan kemungkinan kemungkinan untuk pengajaran unit selanjutnya. Laporan kelompok meliputi :

  1. Laporan tertulis atau lisan, diikuti tanya jawab/diskusi kelas
  2. Demonstrasi  :  para  siswa medemontrasikan hasil kerja mereka
  3. Drama atau deklarasi dapat pula disampaikan kalau memang di pandang  perlu

Penilaian :

Pada kesempatan langkah kulminasi ini guru dapat  melakukan penilaian :

  • Apakah terdapat perubahan tingkah laku para siswa setelah malaksanakan pengajaran unit, yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, aspek sosial para siswa perubahan sikap.
  • Apakah proyek/unit ini dilakukan secara efektif dan produktif atau asal-asalan saja? Bagaimana kesan siswa terhadap unit ini ?
  • Hendaknya guru mempunyai format-format penilaian misalnya daftar cek, daftar skala sikap, daftar jenis tugas siswa, kapan mereka harus merampungkan sesuatu daftar  partisipasi siswa dan lain-lain.

4.  Jenis-jenis pengajaran unit

Berdasarkan cara mengorganisasi kebutuhan anak dan waktu yang digunakan , dikenal berbagai jenis pengajaran unit :

 

  1. Ditinjau dari organisasi kurikulum terdapat 2 jenis
  2. Subject matter unit

Unit semacam ini berpusat pada  mata pelajaran , misalnya unite atau proyek enceng gondok. Semua aspek yang ada kaitanya dengan tumbuhan ini dibicarakan dan dianalisis. Bagaimana keberadaanya, kerugian dan keuntungan dengan enceng gondok ini.

  1. Exprerience unite

Unit ini tidak didasarkan atas mata pelajaran tetapi atas pengalaman siswa atau situwasi kehidupan siswa sedangkan situasi kehidupan manusia dapat dirinci disesuaikan dengan keadaan hidup manusia hidup.

  • Situasi yang berhubungan dengan pertumbuhan individu (kesehatan,  kemampuan intelektual, pemilihan moral, dan paresiasi)
  • Situasi yang berhubungan dengan pertumbuhan sosial (berteman, berkeluarga, berkelompok didesa, hubungan antara manusia lainya)
  • Situasi yang berhubungan dengan kemampuan menggunakan lingkungan (keadaan alam, sumber teknologi, struktur, dan  kekuatan sosial politik ekonomi)
  1. Di tinjau dari kebutuhan anak

Ada bebrapa hal yang  harus diperhatikan antara lain :

  1. Kesehatan dan perkembangan jasmani anak
  2. Mendapatkan pekerjaan dan untuk mencari nafkah
  3. Rekreasi
  4. Hubungan antar jenis kelamin
  5. Hubungan social
  6. Moral dan agama
  7. Masa depan karier/lapangan pendidikan dan  jabatan
  8. Rumah dan keluarga

 

  1. Ditinjau dari waktu pelaksanaan
  2. Unit okasional atau unit adaptasi

Diadakan sewaktu-waktu jika diperlukan, misalnya memperingati hari kemerdekaan, hari kartini, hari kesehatan sedunia.

  1. Unit rutin

Unit ini diadakan secara rutin, misalnya diadakan setiap hari jum’at, libur akhir semester dan lain-lain.

  1. Unit khusus

Suatu “pilot project” misalnya pada akhir semester terakhir seluruh kelas menggunakan metode pengajaran unit

  1. Keuntungan dan kelebihan metode unit/proyek
  1. Keuntungan

☞                     Pelajaran menjadi lebih berarti

☞                     Situasi belajar menjadi demokrasi dan wajar

☞ Penggunaan azas-azas didaktik secara wajar

☞       Di terapkannya prinsip-prinsip psikologi belajar modern

☞    Penggunaan sumber belajar yang luas

  1. kekurangan

☞    Sulit mencari masalah untuk mengadakan pengajaran unit yang sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumbernya

☞    Dituntut kecakapan guru dan perhatian guru yang penuh menyiapkan tugas-tugas individual yang beragam, tidak semua guru dapat  melakukan semua tuntutan tersebut

☞    Bahan pelajaran  menjadi luas sekali, dapat mengaburkan masalah  pokok.

  1. B.   Metode Ceramah
  2. 1.         Pengertian metode ceramah

Metode ceramah merupakan keterangan yang disampaikan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Metode ceramah dapat juga didefinisikan sebagai suatu cara menyampaikan pesan dan informasi secara satu arah lewat suara yang diterima melalui indera telinga.

Dari kedua definisi tersebut diatas, dalam konteks pembelajaran di kelas metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung pada sekelompok peserta didik.[2]

Metode ceramah merupakan suatu metode yang digunakan untuk menjelaskan materi secara verbal dan biasanya memiliki alat bantu visual. Hubungan guru dengan anak didik lebih banyak bersifat lisan.[3]

Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.[4]

Metode ceramah adalah penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dengan kata lain, dapat pula dimaksudkan, bahwa metode ceramah atau lecturing adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap siswanya. Bisa diperjelas penuturan/penyajian, guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti : bendanya, gambarnya, sket, peta, dan sebagainya.[5]

2. Langkah-langkah dalam melakukan metode caramah :

  • Mendefinisikan istilah-istilah tertentu
  • Pembuatan bagian-bagian atau su-sub bagian.
  • Pembuatan ikhtisar dalam bentuk pengungkapan dari inti pembicaraan.
  • Mengajukan dan memecahkan keberatan-keberatan dan memberikan kesempatan kepada guru untuk menjawab dan mengklarifikasikan jika ada salah pengertian.

3. Kelebihan metode ceramah

  • Guru mudah menguasai kelas.
  • Mudah mengorganisasikan tempat duduk atau kelas.
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
  • Mudah melaksanakan dan mempersiapkannya.
  • Guru mudah menerangkan dengan  baik.
  • Fleksibel, dalam arti bahwa jika waktu yang sedikit dapat dipersingkat, dan      mengambil yang penting-penting saja.

 

  1. 4.      Kekurangan metode ceramah :
  • Anak didik cenderung menjadi pasif dan ada kemungkinan kurang tepat dalam mengambil kesimpulan.
  • Mudah terjadi verbalisme.
  • Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar menerimanya.
  • Bila selalu digunakan dan terlalu lama membosankan.
  • Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.[6]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pembelajaran fiqih dikelas 6 semester 2 dapat menggunakan dua metode yaitu unit/proyek maupun ceramah dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan dalam pelaksanaannya seorang guru dapat memadukannya atau salah satu diantara keduanya.  Sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Namun kebanyakan lebih dominan menggunakan metode ceramah karena lebih cepat untuk menyampaikan materi secara classical

 

  1. Saran 

Didalam penulisan makalah ini penyusun mengakui masih banyak kekurangan untuk itu demi tercapainya kesempurnaan atau mendekati kesempurnaan, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Zuhairini,  dkk. (1981)  Metodik  Khusus Pendidikan Agama, Malang : biro ilmiah IAIN Sunan Ampel

Ahmadi Abu,  (1997) dkk.Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia

 Sanjaya, Wina, (2008)  Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi, Jakarta: Kencana


[1]  Wina Sanjaya,  Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi, (Jakarta:   Kencana, 2008). hlm

[2] LAPIS-PGMI, Strategi Pembelajaran, (surabaya: AprintA, 2008) hlm.3-9

[4] Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar( Jakarta : Rineka Cipta, 1991) hlm. 86

[5] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam ( Jakarta: Kalam Mulia, 2005) hlm.269

[6] Op-cit

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s